Kebakaran Pondok Pesantren Badrul Ulum di Aceh Tenggara, 12 Bangunan Ludes, Penyebab Masih Misterius

AGARA TODAY

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:30 WIB

50282 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara — Kebakaran hebat menghanguskan sejumlah bangunan penting di Pondok Pesantren Badrul Ulum, Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Kamis pagi, 23 Oktober 2025. Api melalap dua ruang kelas dan sepuluh unit kamar asrama santri putra. Tidak ada korban jiwa maupun luka, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, ST.MM, mengatakan pihaknya menerima laporan pada pukul 09.52 WIB. Petugas gabungan dari Pos Damkar Lawe Sekerah dan Mako Pos Kota segera dikerahkan ke lokasi dengan lima unit armada pemadam kebakaran.

“Api berhasil dipadamkan total sekitar pukul 11.10 WIB. Pemadaman dibantu oleh santri, warga sekitar, TNI, dan Polri,” kata Asbi dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis (23/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Kepulan asap pertama dilaporkan berasal dari salah satu kamar asrama, namun belum ada kesimpulan soal sumber api. Dugaan mengenai arus pendek listrik atau kelalaian masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini terjadi saat sebagian santri tengah beraktivitas di luar ruangan. Begitu api membesar, para penghuni pondok berlarian keluar menyelamatkan diri. Para santri berhasil dievakuasi tepat waktu, menghindari kemungkinan jatuhnya korban.

“Kita bersyukur tidak ada korban jiwa. Tapi tentu ini musibah besar bagi dunia pendidikan di Aceh Tenggara, apalagi di lingkungan pesantren,” ujar Asbi.

BPBD bersama aparat desa dan pengelola ponpes melakukan pendataan dan kajian cepat untuk memastikan kebutuhan mendesak pascakebakaran. Hingga saat ini, pihak pondok belum dapat melanjutkan proses belajar mengajar karena dua ruang kelas hangus terbakar.

Suasana haru dan duka menyelimuti lingkungan pesantren. Puing-puing bangunan yang gosong menjadi saksi bisu amukan api. Tidak sedikit warga yang datang membantu pembersihan sambil membawa logistik untuk para santri.

Kebakaran ini menjadi sinyal peringatan serius bagi pemerintah daerah dan lembaga pendidikan yang memiliki bangunan asrama agar melakukan evaluasi atas sistem keselamatan kebakaran. Minimnya alat proteksi kebakaran dan lambannya deteksi dini dinilai sebagai faktor yang memperparah dampak.

“Asrama dan ruang kelas yang terbakar adalah bangunan semi permanen. Ini mempercepat penyebaran api,” ujar seorang relawan yang turut membantu pemadaman.

Dalam waktu dekat, BPBD dan Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan instansi terkait untuk mendukung proses rehabilitasi fasilitas pendidikan tersebut. Warga dan tokoh masyarakat meminta pemerintah bertindak cepat, agar para santri tidak terlalu lama terhenti kegiatannya.

Desa Lawe Penanggalan kini dalam suasana siaga pascakebakaran. Meski situasi api telah dikendalikan, kekhawatiran akan insiden serupa menjadi perhatian baru di tengah masyarakat. Pemerintah diminta tidak hanya menangani pascabencana, tapi juga memperkuat sistem pencegahan dan keselamatan di lembaga pendidikan, terutama pesantren-pesantren dengan asrama yang padat.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Sinergi dan Responsif, Pamapta II SPKT Polres Aceh Tenggara Dinilai Sukses Layani Keadilan
Insiden Brutal di Aceh Tenggara, Pelaku Penyembelihan Ustad Diduga Serang Wartawan
Setahun Mengabdi, Kapolres Aceh Tenggara Ukir Prestasi Gemilang: 92 Persen Kasus Tuntas, Narkotika Dihantam Tanpa Ampun
Menolak Demokrasi Gaya Hutan: Saat Spanduk Fitnah Berusaha Jadikan Aceh Medan Perpecahan
PeTA Aceh Tenggara Tegaskan Aksi Spanduk Fitnah Bupati Berpotensi Mengganggu Stabilitas Sosial dan Persatuan
Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Beras untuk Personel, Wujud Kepedulian Nyata dari Pimpinan
Jumat Berkah, Sentuhan Kasih Kapolres Aceh Tenggara Hangatkan Hati Anak Yatim Piatu
LSM KOMPAK: Pemberitaan Provokatif Soal Janji Politik Bupati Aceh Tenggara Dinilai Tidak Mendidik Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 01:03 WIB

Sinergi dan Responsif, Pamapta II SPKT Polres Aceh Tenggara Dinilai Sukses Layani Keadilan

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:08 WIB

Insiden Brutal di Aceh Tenggara, Pelaku Penyembelihan Ustad Diduga Serang Wartawan

Kamis, 23 April 2026 - 02:20 WIB

Menolak Demokrasi Gaya Hutan: Saat Spanduk Fitnah Berusaha Jadikan Aceh Medan Perpecahan

Selasa, 21 April 2026 - 21:51 WIB

PeTA Aceh Tenggara Tegaskan Aksi Spanduk Fitnah Bupati Berpotensi Mengganggu Stabilitas Sosial dan Persatuan

Selasa, 21 April 2026 - 14:47 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Beras untuk Personel, Wujud Kepedulian Nyata dari Pimpinan

Jumat, 17 April 2026 - 23:20 WIB

Jumat Berkah, Sentuhan Kasih Kapolres Aceh Tenggara Hangatkan Hati Anak Yatim Piatu

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:47 WIB

LSM KOMPAK: Pemberitaan Provokatif Soal Janji Politik Bupati Aceh Tenggara Dinilai Tidak Mendidik Masyarakat

Senin, 9 Maret 2026 - 19:51 WIB

Publik Pertanyakan Transparansi Pengelolaan Anggaran Dinas Kesehatan Aceh Tenggara Tahun 2024

Berita Terbaru