Bupati Salim Fakhry Ingatkan Tantangan Pendidikan di Era Teknologi dan Globalisasi

AGARA TODAY

- Redaksi

Selasa, 2 September 2025 - 14:24 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-66 dengan penuh khidmat melalui pelaksanaan upacara bendera di Lapangan Dinas Pendidikan, Desa Deleng Megare, Kecamatan Badar, Selasa (2/9/2025). Upacara ini menjadi momentum refleksi penting bagi seluruh insan pendidikan untuk memperkuat komitmen dalam membangun generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry yang memimpin jalannya peringatan tersebut menyampaikan amanat Gubernur Aceh yang menekankan pentingnya pendidikan yang menyeluruh, tidak hanya sebatas capaian akademik. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pendidikan yang unggul harus mencakup pembentukan karakter, pengembangan kreativitas, serta penumbuhan daya inovasi generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan intelektual, melainkan juga mencetak generasi yang berakhlak mulia, memiliki nasionalisme tinggi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Dengan mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Unggul Menuju Aceh Maju”, Bupati Salim Fakhry menyebut bahwa pendidikan merupakan instrumen strategis dalam menyiapkan masa depan daerah dan bangsa. Pemerintah Aceh, lanjutnya, terus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter kuat, moralitas tinggi, dan semangat kebangsaan yang kokoh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati juga mengapresiasi capaian sektor pendidikan Aceh yang dinilai mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai prestasi di bidang sains, seni, hingga olahraga telah diraih pelajar Aceh di tingkat nasional. Selain itu, para guru dan tenaga pendidik juga memperoleh penghargaan nasional atas dedikasi serta inovasi yang mereka lakukan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan dunia pendidikan di masa depan semakin besar, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, serta dinamika ekonomi global. Oleh karena itu, pendidikan berbasis keterampilan abad ke-21 yang adaptif dan relevan harus terus diperkuat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Salim Fakhry juga menekankan peran vital guru dan tenaga pendidik. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian yang telah diberikan dalam mencerdaskan anak bangsa. Bupati mengajak para guru untuk terus meningkatkan kualitas diri, berinovasi dalam metode pembelajaran, serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan, termasuk yang bermuatan SARA.

Peringatan Hardikda ke-66 di Aceh Tenggara turut dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah insan pendidikan yang dinilai berdedikasi tinggi. Sebanyak tujuh kepala sekolah, satu pegawai, serta dua staf Dinas Pendidikan Aceh Tenggara menerima piagam penghargaan atas kontribusi mereka dalam memajukan dunia pendidikan.

Acara ini juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli bupati, kepala OPD, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) terpilih, camat, serta ratusan guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan. Kehadiran mereka menjadi simbol sinergi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara berharap momentum Hardikda dapat menjadi penguat tekad bersama dalam mewujudkan pendidikan unggul menuju Aceh yang maju dan generasi muda yang berdaya saing di masa depan.

Laporan : Deni Affaldi

Berita Terkait

Sinergi dan Responsif, Pamapta II SPKT Polres Aceh Tenggara Dinilai Sukses Layani Keadilan
Insiden Brutal di Aceh Tenggara, Pelaku Penyembelihan Ustad Diduga Serang Wartawan
Setahun Mengabdi, Kapolres Aceh Tenggara Ukir Prestasi Gemilang: 92 Persen Kasus Tuntas, Narkotika Dihantam Tanpa Ampun
Menolak Demokrasi Gaya Hutan: Saat Spanduk Fitnah Berusaha Jadikan Aceh Medan Perpecahan
PeTA Aceh Tenggara Tegaskan Aksi Spanduk Fitnah Bupati Berpotensi Mengganggu Stabilitas Sosial dan Persatuan
Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Beras untuk Personel, Wujud Kepedulian Nyata dari Pimpinan
Jumat Berkah, Sentuhan Kasih Kapolres Aceh Tenggara Hangatkan Hati Anak Yatim Piatu
LSM KOMPAK: Pemberitaan Provokatif Soal Janji Politik Bupati Aceh Tenggara Dinilai Tidak Mendidik Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 01:03 WIB

Sinergi dan Responsif, Pamapta II SPKT Polres Aceh Tenggara Dinilai Sukses Layani Keadilan

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:08 WIB

Insiden Brutal di Aceh Tenggara, Pelaku Penyembelihan Ustad Diduga Serang Wartawan

Kamis, 23 April 2026 - 02:20 WIB

Menolak Demokrasi Gaya Hutan: Saat Spanduk Fitnah Berusaha Jadikan Aceh Medan Perpecahan

Selasa, 21 April 2026 - 21:51 WIB

PeTA Aceh Tenggara Tegaskan Aksi Spanduk Fitnah Bupati Berpotensi Mengganggu Stabilitas Sosial dan Persatuan

Selasa, 21 April 2026 - 14:47 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Beras untuk Personel, Wujud Kepedulian Nyata dari Pimpinan

Jumat, 17 April 2026 - 23:20 WIB

Jumat Berkah, Sentuhan Kasih Kapolres Aceh Tenggara Hangatkan Hati Anak Yatim Piatu

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:47 WIB

LSM KOMPAK: Pemberitaan Provokatif Soal Janji Politik Bupati Aceh Tenggara Dinilai Tidak Mendidik Masyarakat

Senin, 9 Maret 2026 - 19:51 WIB

Publik Pertanyakan Transparansi Pengelolaan Anggaran Dinas Kesehatan Aceh Tenggara Tahun 2024

Berita Terbaru