Kebakaran Pondok Pesantren Badrul Ulum di Aceh Tenggara, 12 Bangunan Ludes, Penyebab Masih Misterius

AGARA TODAY

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:30 WIB

50276 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara — Kebakaran hebat menghanguskan sejumlah bangunan penting di Pondok Pesantren Badrul Ulum, Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Kamis pagi, 23 Oktober 2025. Api melalap dua ruang kelas dan sepuluh unit kamar asrama santri putra. Tidak ada korban jiwa maupun luka, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, ST.MM, mengatakan pihaknya menerima laporan pada pukul 09.52 WIB. Petugas gabungan dari Pos Damkar Lawe Sekerah dan Mako Pos Kota segera dikerahkan ke lokasi dengan lima unit armada pemadam kebakaran.

“Api berhasil dipadamkan total sekitar pukul 11.10 WIB. Pemadaman dibantu oleh santri, warga sekitar, TNI, dan Polri,” kata Asbi dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis (23/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Kepulan asap pertama dilaporkan berasal dari salah satu kamar asrama, namun belum ada kesimpulan soal sumber api. Dugaan mengenai arus pendek listrik atau kelalaian masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini terjadi saat sebagian santri tengah beraktivitas di luar ruangan. Begitu api membesar, para penghuni pondok berlarian keluar menyelamatkan diri. Para santri berhasil dievakuasi tepat waktu, menghindari kemungkinan jatuhnya korban.

“Kita bersyukur tidak ada korban jiwa. Tapi tentu ini musibah besar bagi dunia pendidikan di Aceh Tenggara, apalagi di lingkungan pesantren,” ujar Asbi.

BPBD bersama aparat desa dan pengelola ponpes melakukan pendataan dan kajian cepat untuk memastikan kebutuhan mendesak pascakebakaran. Hingga saat ini, pihak pondok belum dapat melanjutkan proses belajar mengajar karena dua ruang kelas hangus terbakar.

Suasana haru dan duka menyelimuti lingkungan pesantren. Puing-puing bangunan yang gosong menjadi saksi bisu amukan api. Tidak sedikit warga yang datang membantu pembersihan sambil membawa logistik untuk para santri.

Kebakaran ini menjadi sinyal peringatan serius bagi pemerintah daerah dan lembaga pendidikan yang memiliki bangunan asrama agar melakukan evaluasi atas sistem keselamatan kebakaran. Minimnya alat proteksi kebakaran dan lambannya deteksi dini dinilai sebagai faktor yang memperparah dampak.

“Asrama dan ruang kelas yang terbakar adalah bangunan semi permanen. Ini mempercepat penyebaran api,” ujar seorang relawan yang turut membantu pemadaman.

Dalam waktu dekat, BPBD dan Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan instansi terkait untuk mendukung proses rehabilitasi fasilitas pendidikan tersebut. Warga dan tokoh masyarakat meminta pemerintah bertindak cepat, agar para santri tidak terlalu lama terhenti kegiatannya.

Desa Lawe Penanggalan kini dalam suasana siaga pascakebakaran. Meski situasi api telah dikendalikan, kekhawatiran akan insiden serupa menjadi perhatian baru di tengah masyarakat. Pemerintah diminta tidak hanya menangani pascabencana, tapi juga memperkuat sistem pencegahan dan keselamatan di lembaga pendidikan, terutama pesantren-pesantren dengan asrama yang padat.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Jumat Berkah, Sentuhan Kasih Kapolres Aceh Tenggara Hangatkan Hati Anak Yatim Piatu
LSM KOMPAK: Pemberitaan Provokatif Soal Janji Politik Bupati Aceh Tenggara Dinilai Tidak Mendidik Masyarakat
Publik Pertanyakan Transparansi Pengelolaan Anggaran Dinas Kesehatan Aceh Tenggara Tahun 2024
Kapolres Aceh Tenggara Sampaikan Permohonan Maaf dan Bagikan Daging Meugang sebagai Simbol Kebersamaan
Kapolres Aceh Tenggara Resmikan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari untuk Tingkatkan Gizi Siswa dan Ibu Hamil
Gerakan Sipil Tercoreng, Ketua Pajri Gegoh Ungkap Ada LSM Jadi Kendaraan Kepentingan Bandar Narkoba
Taklukkan Arus Sungai Kluet, Tim Arung Jeram Aceh Tenggara Menuju PORA 2026
Wakapolres Aceh Tenggara Buka Perjusami Saka Bhayangkara Angkatan XXV di Pantai Barat

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 23:37 WIB

Sholat Subuh Keliling, Polres Gayo Lues Jalin Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Kamis, 9 April 2026 - 22:29 WIB

Dakwaan Tanpa Dasar Kuat, Rabusin Nilai Bukti dan Saksi Tidak Mendukung Tuduhan

Rabu, 18 Maret 2026 - 01:44 WIB

Jelang Idul Fitri, Polres Gayo Lues Perketat Pengawasan dan Siap Tindak Tegas Penimbunan BBM Subsidi

Senin, 16 Maret 2026 - 10:34 WIB

​Nekat! Meski Ramadhan, Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Operasi Pekat Resmob Polres Gayo Lues

Kamis, 12 Maret 2026 - 23:35 WIB

Polres Gayo Lues, Brimob dan Purnawirawan Polri Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi di Bulan Ramadan

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:50 WIB

Kapolres dan Bupati Gayo Lues Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:51 WIB

Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Hadiri Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 19:43 WIB

Satreskrim Polres Gayo Lues Melaksanakan Kegiatan Pekat di Bulan Suci Ramadhan

Berita Terbaru